Generasi Terburuk Brazil Tak Layak Lolos ke Piala Dunia 2018

Demikian yang disampaikan oleh legenda tim Samba, Rivellino. Menurutnya, penampilan Brazil di Copa America Centenario hanyalah salah satu bukti dari merosotnya kualitas mereka dari tahun ke tahun, seperti halnya kala Selecao ditelanjangi Jerman 7-1.
Tahun 2013, Brazil begitu menjanjikan ketika memenangi Piala Konfederasi, turnamen pemanasan menuju Piala Dunia 2014. Di final, mereka menumbangkan Spanyol dengan skor telak 3-0. Namun tiga tahun berselang, dalam tiga turnamen beruntun yang melibatkan tim Samba, semua hasil rusak parah.
Di Piala Dunia 2014 yang dimainkan di kandang sendiri, Brazil dihajar Jerman 7-1 di semifinal. Kekalahan besar ini seolah juga membuat orang melupakan, tim Samba disikat Belanda 3-0 pada turnamen yang sama. Berikutnya, di Copa America 2015, Brazil cuma mampu melangkah ke perempat final, diwarnai kartu merah Neymar.
Musim panas ini, di Copa America Centenario, Brazil bahkan tak mampu lolos dari penyisihan grup. Mereka kalah 1-0 dari Peru dan bermain imbang 0-0 dengan Ekuador. Memang ada alasan, para pemain yang dibawa Dunga bukanlah pemain terbaik. Tidak ada Neymar atau Roberto Firmino di tim ini. Namun itu jelas bukan alasan untuk tim selevel Brazil.

Legenda tim Samba, Rivellino, menyebut, harus ada tragedi besar untuk Brazil agar semua orang sadar tentang pentingnya perubahan di sepakbola mereka. Bahkan Rivellino menyatakan, jika memang gagal lolos ke Piala Dunia 2018 adalah cara satu-satunya, maka lebih baik Brazil tertimpa kemalangan itu.
Kepada Resenha ESPN, Rivellino menuturkan, Penderitaan yang dialami Brazil oleh Jerman (kalah 7-1) tidaklah cukup untuk memaksa perubahan. Jika kami gagal lolos ke Piala Dunia untuk pertama kali, maka tragedi ini tentunya akan memberikan perubahan di organisasi (CBF).
Saya harap Brazil tidak lolos ke Rusia 2018. Hal ini perlu terjadi demi kebaikan sepakbola Brazil. Hanya tragedi yang akan memaksa para pimpinan (CBF) membuka mata lebar-lebar.

linux-tube.com prediksi togel singapura hari ini Sumber: Sidomi