Sepak Bola Pra-PON Zona Jawa Korban Intervensi Tim Transisi

YOGYAKARTA – Intervensi Tim Transisi bentukan Kemenpora membuat pelaksanaan Pra-PON Sepak Bola Zona Jawa di Semarang menjadi amburadul. Setelah dikabarkan mendapat izin pertandingan dari kepolisian, pelaksanaan Pra-PON sepak bola Zona Jawa di Semarang mendadak dibatalkan, Selasa (6/10). Pengumuman pencabutan izin pertandingan dilakukan Polda Jateng di depan para pemain DI Yogyakarta dan Jawa Tengah yang melakukan pemanasan menjelang kickoff . Pembatalan mendadak itu membuat para pemain muda dari kedua provinsi shock. Skuat Pra PON sepakbola DIY pun langsung dibubarkan setelah agenda Pra-PON di Stadion Jatidiri, Semarang gagal digelar. Para pemain kemudian bergabung dengan kontingen Porda di masing-masing daerahnya. “Untuk tim DIY dibubarkan dulu karena mereka mau ikut Porda. Nanti setelah Porda baru kumpul. Sementara dikembalikan ke klub-nya masing-masing, semoga bisa menjaga diri tidak cidera,”tandas Direktur Kompetisi Asprov PSSI DIY Ediyanto. Asisten Manajer Tim Pra-PON Sepak Bola DIY tersebut mengatakan, kerugian paling terasa pasca batalnya pertandingan pada Selasa (6/10) sore adalah ada pemain yang shock. Pemain sudah siap bertanding dan sedang mengikuti pemanasan di lapangan di saat keputusan untuk membatalkan izin pertandingan disampaikan oleh Polda Jateng. Untuk pemulihan mental pemain disebutnya membutuhkan waktu dan membutuhkan proses. Terlebih sebagian para pemain sudah ikut merasakan batalnya kompetisi beberapa waktu lalu yang juga ikut dibatalkan pergulirannya karena kisruh antara PSSI dan Menpora. “Butuh waktu untuk memulihkan mental pemain yang shock,” tambahnya. Info sementara yang diperoleh menurut Ediyanto menyebutkan, Tim Transisi rencananya akan menggelar Pra-PON pada November mendatang. Namun demikian, Asprov PSSI DIY juga tetap menunggu kabar dari KONI dan PB PON selaku penyelenggara Pra-PON dan PON. Saat ini semua tim babak kualifikasi PON Wilayah Jawa sudah meninggalkan Jawa Tengah untuk kembali ke daerah masing-masing. Dengan kejadian ini diharapkan Ketua Panpel PSS Sleman tersebut, PB PON dan KONI Pusat bisa segera melakukan evaluasi terhadap kejadian di Pra-PON. Terlebih saat ini dari catatan Asprov PSSI DIY, masih ada satu wilayah yang tetap bisa melakukan babak kualifikasi yakni wilayah Papua. Namun untuk wilayah lain mengalami kondisi yang sama dengan Jawa, izin pertandingan dari Polda dicabut di detik-detik akhir menjelang kickoff pertandingan. ( aww ) dibaca 5.426x

Sumber: Sindonews