Ahok Tawarkan Jabatan Wali Kota DKI ke TNI-Polri

Rimanews – Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja juga berencana akan merekrut pejabat DKI dari unsur TNI dan Polri mengikuti jejak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Hukum dan HAM. “Saya sedang berfikir beberapa teman-teman Letkol, Kolonel, Kombes, AKBP, Polisi, TNI, mereka mau pindah ke Pemprov. Ini kita bisa angkat jadi Bupati, Wali Kota dengan golongan IV B/C,” kata Ahok, sapaan karibnya, dalam sambutan pelantikan pejabat eselon III dan IV di Balai Kota Jakarta, Senin (18/5/2015). Baca Juga Sidang Ahok dipindah, pengunjung tetap dibatasi Ahok: kenapa cuma saya yang digugat menista agama? Lokasi sidang Ahok dipindah karena alasan keamanan Ahok mendaku tak pulang kampung demi hadapi sidang Slank janji turun gunung di putaran kedua Pilgub DKI Menurut Ahok, wacana merekrut anggota TNI/Polri ini berangkat dari kekecewaannya terhadap kinerja buruk para bawahannya sepanjang dua setengah tahun pemimpin Jakarta. “(Pejabat DKI dari TNI/Polri) Mungkin akan lebih disiplin,” tegas Gubernur DKI itu. Gubernur mengakui perombakan 649 pejabat eselon III dan IV baru di lingkungan Pemprov DKI merupakan dampak kekesalannya lantaran banyak pejabat DKI dibayar tidak sesuai dengan kinerjanya. “Selama dua setengah tahun saya di sini, kita sebetulnya kelebihan pegawai dan banyak pegawai dibayar dengan kapasitas tidak sesuai. Banyak orang dibayar Rp9 juta, tapi kemampuannya di bawah harga Rp2 juta,” ungkap Ahok. Diketahui, bongkar pasang pejabat eselon ini merupakan kali ketiga yang dilaksanakan Ahok sepanjang tahun 2015. Pertama, Ahok merotasi besar-besaran ribuan PNS DKI di Monumen Nasional (Monas) pada 2 Januari 2015 lalu. Kemudian pelantikan kedua pada 22 Januari 2015, Basuki kembali melantik 704 pejabat eselon II, III, dan IV. Ahok juga menetapkan evaluasi penilaian kinerja pejabat SKPD selama tiga bulan sejak dilantik. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Ahok , TNI-Polri , politik , Nasional

Sumber: RimaNews