Jakarta Selatan Masih Menjadi Favorit Pencari Rumah

Judi On Line JAKARTA-Jakarta Selatan masih menjadi wilayah favorit konsumen untuk mencari properti, dibandingkan dengan daerah lain di Jakarta. Pencarian properti tersebut paling tinggi adalah ketertarikan untuk mencari hunian/residensial. “Dari hasil kajian dan pengunjung situs kami, Jakarta selatan masih menjadi terbesar, terutama untuk pencari apartemen dan rumah,” kata Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung, di Jakarta, baru-baru ini. Menurut dia, dari data yang ada 45,53% pengunjung lebih mencari properti terutama hunian di Jakarta Selatan. Bahkan, yang lebih hebat lagi, pencari rumah dengan tipe ukuran besar yaitu mulai dari dua kamar hingga tiga kamar tidur. “Paling besar justru pencari rumah dengan tiga kamar dan untuk ukuran dua kamar tidur, peminatnya 41,56 %. Sementara untuk rumah tapak, pencarinya sebanyak 38% dari total pencarian,” kata dia. Ignatius menjelaskan, apartemen dengan tiga kamar memiliki harga mahal. Orang mencari hunian di Jakarta Selatan pasti orang yang ingin memiliki hunian aman dan nyaman. Mereka umumnya tidak terlalu memikirkan harga dan berbeda dengan orang memilih hunian di kawasan Kelapa Gading, sama-sama mahal, tetapi tipe dan budayanya sangat berbeda. “Masyarakat yang mencari apartemen di Jakarta Selatan mengutamakan kenyaman. Padahal mencari rumah dengan ukuran 3 kamar tidur, masih banyak tersedia di kawasan Sunter, Kelapa Gading, dan Kemayoran Jakarta Pusat,” kata dia. Pada kesempatan itu, Ignatius juga melihat bahwa perlambatan properti selama 2014-2016 lebih karena faktor psikosomatis atau kehilangan kepercayaan pasar terhadap kondisi perekonomian. Artinya kondisinya sedang sakit mental. Karena secara fundamentalnya pasar memang terkoreksi, tapi tidak terlalu parah. “Lebih karena kehilangan kepercayaan, dibandingkan dengan 1998,” ujar dia. Hal itu terlihat dari perlambatan properti tersebut tidak ke semua sektor. Sektor yang paling terkena dampaknya adalah segmen pasar menengah atas. Di segmen harga properti Rp500 jutaan ke bawah masih tetap tumbuh dan berjalan dengan baik. “Kalau fundamental kena, tentu untuk kelas menengah bawah ini paling kena dampaknya. Properti dengan harga Rp500 jutaan pasarnya masih kencang,” kata dia. Ignatius menyatakan, pasar properti pada akhir 2016 diyakini tumbuh, terutama memasuki tahun depan. Hal ini terlihat oleh banyaknya pengembang besar yang mulai melakukan promosi dan penjualan besar-besaran. “Kami optimistis pasar sudah mulai pulih,” ujarnya. Imam Muzakir/EDO Investor Daily

Sumber: BeritaSatu