Korban Tewas Kecelakaan Kereta di India Jadi 128 Orang

New Delhi – Sedikitnya 128 orang tewas dan lebih dari 200 orang terluka setelah kecelakaan kereta di negara bagian Uttar Pradesh, India, Minggu (20/11). Jumlah korban tewas terus bertambah sejak kejadian. Kini petugas masih berupaya membongkar rongsokan gerbong untuk menyelamatkan penumpang yang terperangkap. Pejabat Kepolisian India, menyatakan sejumlah orang dilaporkan hilang saat otoritas mencari penyebab kereta dengan 14 gerbong tergelincir di antara kota Patna dan Indore. Kereta yang mengangkut 500 penumpang ini terguling dari rel di Pukhrayan, sekitar 65 km, sebelah selatan kota Kanpur. Menteri kereta api junior India Manoj Sinha kepada para wartawan bahwa keretakan rel dapat menyebabkan kereta penumpang tergelincir. Namun Komisaris Keselamatan Kereta Api India masih akan menyelidiki penyebab kecelakaan. Petugas senior kereta api, Pratap Rai, mengatakan para korban yang selamat masih mencari-cari anggota keluarganya. Sebagian orang mencoba untuk memasuki gerbong kereta yang rusak untuk menolong kerabat dan mengumpulkan harta bendanya. “Kami menggunakan setiap upaya untuk menyelamatkan nyawa tetapi sangat sulit untuk memotong logam,” ujar kata Rai dari lokasi kecelakaan. Dengan jumlah ratusan korban jiwa, peristiwa ini dapat menjadi tragedi kecelakaan kereta India terburuk sejak tahun 2005. Pada waktu itu, sebongkah batu menghantam kereta dan membuat kereta lainnya terjatuh ke dalam sungai serta menewaskan lebih dari 100 orang. Sistem transportasi kereta api India merupakan transportasi terbesar keempat dunia. Pemerintah federal mengoperasikan 11.000 kereta per hari, termasuk 7.000 kereta penumpang yang mengangkut lebih dari 20 juta orang. Di sisi lain, transportasi kereta memiliki catatan keselamatan yang sangat buruk. Setiap tahun, ribuan orang meninggal dunia dalam kecelakaan kereta, termasuk tergilncir atau tabrakan. Menteri Transportasi Kereta India, Suresh Prabhu mengatakan pemerintah akan menyelidiki penyebab kecelakaan. Dia juga menjanjikan akuntabilitas dan mengambil tindakan tegas yang diambil. Pemerintah akan memberi kompensasi bagi keluarga penumpang yang terkena bencana. Unggul Wirawan/WIR Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu