KPK Kumpulkan Bukti untuk Jerat Pihak Lain di Kasus Alkes

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji mendalami keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan terkait penanggulangan flu burung. Termasuk mendalami keterlibatan Dirut PT Prasasti Mitra, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo atau Rudi Tanoe. Ketua KPK, Agus Rahardjo menyatakan, pihaknya terus mendalami dan mengumpulkan data dan informasi serta alat bukti terkait kasus ini. “Perkembangan kita selalu mengikuti data informasi alat bukti yang dikumpulkan oleh penyidik,” kata Agus di Gedung KPK, Jakarta, Senin (14/11). Data dan informasi ini menjadi dasar bagi KPK untuk menjerat pihak lain. Untuk itu, Agus menyatakan, pihaknya tak menutup kemungkinan adanya tersangka baru kasus ini. Diketahui, kasus alkes ini telah membuat sejumlah pejabat Kementerian Kesehatan mendekam di penjara. Terakhir, mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari ditetapkan KPK sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Pondok Bambu. Namun, hingga saat ini, KPK belum menjerat pihak swasta yang diuntungkan dari korupsi alat kesehatan. Agus menyatakan, jika dari pendalaman dan pengembangan ditemukan alat bukti, pihaknya tak segan menjerat pihak swasta tersebut sebagai tersangka. “Mudah mudahan nanti kalau bertambah ya kita tambahi siapa yang bertanggung jawab,” kata Agus. Sebelumnya Agus mengakui, adanya dugaan sejumlah pihak swasta diuntungkan dengan tindakan Siti Fadilah selaku Menteri Kesehatan untuk menunjuk langsung pihak yang menggarap proyek alkes di Kementerian Kesehatan. Termasuk menguntungkan perusahaan Rudi Tanoe dalam pengadaan alat kesehatan terkait penanggulangan flu burung. “Ya pastilah diuntungkan,” ungkap Agus. Saat ini, Siti telah mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur lantaran menjadi tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk kebutuhan pusat penanggulangan krisis Departemen Kesehatan dari dana Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Revisi APBN 2007. Selain kasus ini, Siti juga disebut terlibat dalam perkara proyek pengadaan alat kesehatan dan perbekalan dalam rangka wabah flu burung di Kementerian Kesehatan tahun 2006-2007 yang menjerat mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Kementrian Kesehatan, Ratna Dewi Umar sebagai terpidana. Dalam surat dakwaan Ratna Dewi Umar disebutkan, pada akhir 2005, Siti Fadillah Supari dan Rudi Tanoe sempat bertemu membahas proyek pengadaan alkes flu burung. Usai pertemuan itu, kata jaksa, Siti memerintahkan Ratna supaya pekerjaan proyek pengadaan alkes flu burung 2006 itu diberikan kepada Rudi Tanoe. Dalam surat dakwaan, juga disebutkan bahwa PT Prasasti Mitra mendapat perkerjaan dalam proyek pengadaan alat kesehatan itu dari PT Rajawali Nusindo yang ditunjuk langsung oleh Ratna. Namun, PT Prasasti Mitra justru kembali mengalihkan pengadaan alat kesehatan itu dari beberapa agen tunggal dengan harga lebih murah, yakni PT Fondaco Mitratama, PT Meditec Iasa Tronica, PT Airindo Sentra Medika, dan PT Kartika Sentamas.‎ Fana Suparman/FMB Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu