Ruangan Ketua DPRD DKI Digeledah Bareskrim, Diduga Terkait UPS

Suara.com – Sekitar enam orang dari penyidik Bareskrim Polri saat ini telah berada di ruang kerja Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Kamis (3/3/2016). Sampai saat ini penggeledahan masih berlangsung. Penggeledahan ini sudah berlangsung sekitar 20 menit. Penggeledahan diduga terkait kasus dugaan korupsi pengadaan pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di sekolah-sekolah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2014 “Iya benar ada penyidik Bareskrim, sekitar setengah jam yang lalau,” kata salah seorang staf Prasetyo. Kasus yang diduga merugikan negara sebesar Rp81,4 miliar ini telah menjerat lima orang. Dari kalangan eksekutif ada Alex Usman yang telah menjadi terdakwa, serta Zaenal Soleman. Alex diduga melakukan korupsi saat menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan UPS di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat. Sedangkan Zaenal saat itu menjadi PPK pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat. Kemudian dari kalangan legislatif, ada nama yakni Fahmi Zulfikar dan M Firmansyah. Fahmi merupakan anggota DPRD dari Fraksi Partai Hanura. Sementara Firmansyah adalah mantan anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat. Kedua tersangka pernah menjabat anggota DPRD DKI periode 2009-2014. Belum lama ini Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri telah menetapkan Direktur Utama PT Offistarindo Adhiprima bernama Harry Lo sebagi tersangka. Perusahaan yang dipimpin Harry Lo merupakan vendor pengadaan UPS di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat pada APBD DKI tahun anggaran 2014.

Sumber: Suara.com