Jelang Teror Nice, Hollande: Status Darurat Tak Akan Diperpanjang

Rimanews – Beberapa jam sebelum serangan truk yang mewaskan 73 orang di Nice terjadi, Presiden Prancis Francois Hollande mengumumkan bahwa status darurat nasional yang sudah diterapkan sejak 13 November 2015 akan dicabut. Berbicara di hadapan warga yang berkumpul untuk memperingati Bastille Day, Hari Nasional Prancis, Hollande mengatakan, status darurat nasional tidak akan diperpanjang lagi setelah 26 Juli nanti. Baca Juga Bos IMF Dinyatakan Bersalah Tapi Lolos dari Hukuman Penjara Warga Eropa Besar-besarkan Jumlah Muslim di Negara Mereka Menara Eiffel “Lenyap” Ditelan Kabut Asap Fokus Pemilihan Presiden, PM Prancis Mundur Hollande Putuskan Tidak Maju Lagi di Pilpres “Kita harus memperpanjang status darurat nasional sampai kita merasa yakin bahwa aturan ini membantu kita menghadapi ancaman teroris secara efektif,” katanya. “Kita tak dapat memperpanjang status darurat nasional ini selamanya. Itu tidak masuk akal, karena itu berarti kita bukan lagi negara republik yang memiliki hukum yang dapat diterapkan dalam setiap keadaan,” tambahnya. Menurut France 24 , status darurat nasional di Prancis telah diperpanjang sebanyak tiga kali untuk memastikan keamanan selama penyelenggaraan Euro 2016. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Serangan Nice , Truk Tabrak Warga , prancis , Eropa , Internasional

Sumber: RimaNews