Jonan Sudah Benar Larang Go-Jek, Justru Jokowi Tabrak Aturan!

Rimanews – Menteri Perhubungan Ignatius Jonan melarang ojek maupun taksi berbasis online beroperasi. Larangan tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, tertanggal 9 November 2015. Namun, kemudian Jonan membatalkan larangan tersebut karena menuai kritik. Pembatalan tersebut, merupakan permintaan Presiden Joko Widodo. Baca Juga Harga Premium dan Solar Tetap hingga Maret 2017 Awas Helm Ojek Online Berpotensi Menularkan Penyakit Sidang dipindah, Ahok: saya nurut saja Menurut Ketua Organda DKI, Shafruhan Sinungan, presiden Joko Widodo justru melanggar aturan karena meminta Menteri Perhubungan membatalkan larangan ojek dan taksi online. “Menteri Jonan itu sudah benar melarang Go-Jek, justru Jokowi yang menabrak aturan. Jokowi telah mengajak Jonan sama-sama melanggar UU Lalu Lintas nomor Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” kata Shafruhan kepada Rimanews , Jumat (18/12/2015). Jonan, kata Shafruhan, ingin menegakan aturan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. “Bila ojek online ingin beroperasi harusnya UU-nya direvisi. Selama belum direvisi Jonan benar, ojek online tidak bisa beroperasi,” kata dia. Shafruhan mengatakan, bila aturan belum direvisi, dan ojek online tetap beroperasi, maka dia akan menggugat Jokowi. “Kami masih melihat, ke depannya. Kami akan membawa ke ranah hukum. Kalau perlu kita juga akan menggelar aksi,” kata dia. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Gojek , Jonan , Peristiwa , Nasional

Sumber: RimaNews