Kisah Zaha Pindah ke MU

, Manchester – Wilfried Zaha, pemain sayap Crystal Palace yang sudah diboyong Manchester United, merasa berada dalam dunia peralihan yang aneh antara Palace dan The Red Devils. Dalam wawancaranya kepada wartawan, Zaha mengatakan meski dirinya kini telah dibeli MU seharga 15 juta poundsterling atau Rp 222 miliar, dia masih akan bertanding dengan Palace untuk beberapa pertandingan di Liga Championship. Pertandingan The Eagles, julukan Crystal Palace, melawan Blackburn Rovers pada Sabtu, 27 April nanti sangat menentukan untuk naik peringkat ke Promotion Play-Off . Zaha berharap bekas timnya nanti dapat bersaing di Liga Premier. Zaha menyatakan cemas ketika mulai menjejakan kaki di Old Trafford , rumah barunya. “Saya hanya cemas, apalagi ketika memasuki ruang ganti MU,” ujar Zaha. “Meski begitu, saya akan tetap rendah hati.” Manchester United, masih menurut Zaha, merupakan klub bertaburan para bintang. Di antara para bintang-bintang lapangan itu ada Robin van Persie dan Rooney. Pria kelahiran Pantai Gading 20 tahun yang lalu ini menyatakan dirinya akan bersabar hingga namanya ditulis pada susunan tim inti. “Saya harus bersabar, tidak muluk harus dicantumkan pada susunan pemain tim inti,” kata Zaha. “Setelah mendapat kesempatan, saya akan bermain maksimal.” Kepindahannya ke Manchester membuat dirinya harus beradaptasi dengan lingkungan yang ada di sana. Hal tersebut mengingatkannya ketika berusia empat tahun, yakni saat dia pindah ke London Selatan dari Pantai Gading. Banyak orang yang mengira kepindahan Zaha ke tim Setan Merah adalah upaya agar dirinya ingin tenar dan tinggi hati. Akan tetapi, Zaha membantah itu semua. Zaha melihat dari kisah Robin van Persie saat awal kepindahan ke MU pada 2012. “Di awal kepindahannya itu, Van Persie tidak langsung mencetak gol. Dia (Van Persie) bahkan saat itu belum ada apa-apanya ketika di MU,” ujar Zaha. “Semua ada proses. Percaya pada proses!” Sebelumnya, Zaha berpikir bahwa karier sepak bolanya hanya sebatas di Crystal Palace. Oleh karena itu, dia harus berkontribusi membawa tim tersebut naik kasta ke Liga Premier. Kini Zaha sudah resmi menjadi pemain sang jawara juara di Liga Premier, Manchester United. Akan tetapi, janji tersebut tetap akan ditepatinya sebagai persembahan terakhir bagi Crystal Palace. “Sebelum aku menjejakkan kaki dalam pertandingan bersama MU, aku sudah membawa The Eagles naik kasta ke Liga Premier,” ujarnya. | REZA ADITYA RAMADHAN Topik Terhangat Caleg Ujian Nasional Bom Boston Lion Air Jatuh Preman Yogya Berita Lainnya Pesan Juergen Klopp kepada Penggemar Dortmund Casillas dan Benzema di Kursi Cadangan Mourinho Yakin Madrid Membalas Dortmund Xabi Alonso Mungkin Kembali ke Anfield

Sumber: Tempo.co