Utang Pajak Bumi dan Bangunan di Tangerang Capai Rp 248 Miliar

Rimanews – Dinas Pelayanan PBB dan BPHTB Kota Tangerang Banten melansir data piutang Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2016 sebanyak 37.944 objek pajak untuk kelompok IV dan V dengan nilai mencapai Rp248 miliar lebih. Kepala Dinas Pelayanan PPB dan BPHTB Kota Tangerang Herman Suwarman di Tangerang, Selasa (26/04/16), mengatakan untuk kelompok buku IV yakni wajib pajak yang PPB terutangnya diatas Rp2 juta hingga Rp5 juta sebanyak 27.426 objek pajak dengan nominal Rp74,24 miliar lebih yang penagihannya dilakukan oleh kelurahan. Baca Juga Jokowi: saya suka perempuan Fitch Rating Tingkatkan Rating Kredit Indonesia DPR: tak ada kemiripian uang rupiah baru dengan yuan Sedangkan untuk kelompok buku V yakni pajak terutangnya di atas Rp5 juta terdiri dari 10.518 objek pajak dengan nominal Rp174,66 miliar lebih yang penagihannya dilakukan oleh kecamatan. Ia mengatakan data tersebut merupakan data yang telah diserahkan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tangerang Timur dan Barat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Selanjutnya, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pelayanan PPB dan BPHTB menyusun panduan verifikasi terkait data piutang dalam rangka pemutakhiran data piutang PBB-P2 dengan lebih akurat. “Penyusunan panduan ini untuk pembuatan laporan dan mengetahui masalah dari piutang itu sendiri,” ujarnya. Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin menuturkan kegiatan verifikasi piutang PBB Tahun 2016 ditargetkan akan mendapatkan data riil terhadap objek pajak yang mengalami perubahan atau diidentifikasi memiliki permasalahan piutang sehingga diharapkan juga dapat menjadi tambahan potensi pendapatan daerah. “Saya harap petugas di lapangan terus melakukan pendataan di kelurahan dan kecamatan sehingga kegiatan verifikasi berjalan sesuai target yang telah ditetapkan dan bermanfaat untuk menyempurnakan kekuatan data yang ada,” katanya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Pajak PBB , banten , Tangerang , Keuangan , Ekonomi

Sumber: RimaNews