Abbott: ISIS Incar Gedung Parlemen Australia

Rimanews – Perdana Menteri Australia, Tony Abbott menyatakan, gedung parlemen menjadi target serangan kelompok Iraq and Syria Islamic State (ISIS). Untuk itu, ia menginstruksikan kepolisian federal mengambil alih tugas pengamanan di sekitar bangunan wakil rakyat itu, Jumat (19/9). Sebelumnya, Abbott mengungkapkan, ISIS tengah merencanakan ‘pertunjukan eksekusi massal’ di Australia. Baca Juga CIA dan Saudi Bertanggung Jawab Berdirinya ISIS 16 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Koalisi Pimpinan AS di Suriah Tentara Irak Temukan Kuburan Massal di Dekat Mosul “Gedung Parlemen berpotensi menjadi target serangan. Ada pembicaraan di antara jaringan teroris mengenai kemungkinan serangan ke Pemerintahan Australia,” ujar Abbott. Sebagai respon atas ancaman tersebut, kepolisian federal telah mengambil alih keamanan di sekitar gedung pemerintahan Canberra. Komentar Abbott disampaikan satu hari setelah pihak kepolisian menangkap 15 orang di Sydney dan Brisbane pada Kamis (18/9). Satu orang di antaranya didakwa melakukan pelanggaran terorisme. Sementara sembilan lainnya dilepaskan. Satu senjata api dan pedang disita dalam operasi itu. Omarjan Azari (22) diseret ke pengadilan di Sydney dengan tuduhan merencanakan terorisme. Pihak kejaksaan mengatakan, rencana tersebut bertujuan untuk menciptakan ‘kejutan dan ketakutan’ bagi masyarakat. Jika rencana itu berhasil, video serangan di Australia akan dikirim ke bagian media kelompok ISIS di Timur Tengah untuk kemudian disebar ke publik. “Awal pekan ini, seorang warga Australia yang juga merupakan pejabat senior ISIS di Suriah telah menginstruksikan kepada jaringan Australia untuk melakukan pertunjukan eksekusi. Karena kami yakin atas keterangan itu, kami bertindak untuk memecah jaringan (ISIS),” kata Abbott kepada stasiun televisi Seven. Pemerintah Australia memperkirakan, setidaknya 60 warga negaranya bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah. Selain itu, 100 orang juga berperang untuk mendukung gerakan radikal tersebut di Australia. Abbott menjamin, kelompok Muslim tidak akan terpinggirkan oleh operasi anti-terorisme tersebut. Sebelumnya, ratusan warga di kawasan sub-urban Sydney menggelar demonstrasi untuk memprotes diskriminasi polisi. Abbott mengatakan, demonstrasi itu adalah insiden kecil yang tidak merefleksikan pendapat khalayak luas. “Sebagian besar Muslim Australia adalah warga negara kelas satu.” Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Tony Abbot , isis , teroris Australia , asia , Internasional

Sumber: RimaNews