Hong Kong dan Makau, Ikon Wisata Asia

Bekas koloni Inggris dan Portugis itu kini menjadi ikon wisata Asia. Setiap hari, ribuan orang mengunjungi kedua wilayah pemerintahan khusus ( special administrative region ) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ini. Pada tahun 2015, Hong Kong dikunjungi lebih dari 50 juta wisatawan, sedang Makau didatangi kurang lebih 35 juta pelancong mancanegara. Sebagian besar pelancong yang mengunjungi kedua wilayah ini berasal dari China mainland . Pada tahun 2015, lebih dari 50% turis yang datang Hong Kong dan sekitar 65% wisatawan yang datang ke Makau berasal dari Tiongkok daratan. Kedua wilayah otonomi itu memiliki daya tarik tersendiri. Hong Kong menjadi surga belanja, Makau menjadi surga judi. Orang bisa belanja di mana saja. Tapi, bagi pelancong yang memiliki kesenangan belanja barang bermerek, Hong Kong adalah “surganya”. Di negara pulau ini, barang berkualitas tinggi bisa diperoleh dengan harga lebih murah dibanding kota lainnya karena impor diberikan tax free . Dengan bebas pajak, harga barang yang diproduksi di negara asal lebih mahal dibanding Hong Kong. Kualitas barang yang dijajakan pun umumnya lebih bagus dibanding di negeri asal. Aneka jenis pakaian dan alas kaki adalah barang yang paling banyak dijual. Makau memiliki daya tarik tersendiri. Di kota ini disediakan berbagai fasilitas judi. Mereka yang memiliki hobi gambling , Makau adalah tempatnya. Kota ini melegalkan judi dan itu sudah berlangsung lama, sejak era Portugis. Para penjudi mendapatkan pengalaman yang legal, pemerintah mendapatkan uang, dan hasilnya digunakan untuk membangun berbagai jenis infrastruktur dan kegiatan untuk mendongkrak kesejahteraan rakyat. Kesan pertama memasuki kawasan judi Makau adalah kemegahan dan keindahan. Gedung-gedung mentereng, besar, dan luas berdiri tegak di wilayah yang terpisah dari permukaan penduduk. Masing-masing gedung terdiri atas hotel, shopping center , tempat rekreasi, dan taman yang Indah. Wangi aroma terapi langsung tercium saat pengunjung memasuki lobi gedung. Untuk menjadi tujuan wisata favorit, daya tarik Hong Kong bukan hanya belanja dan daya pikat Makau tak cuma judi. Hong Kkong memiliki infrastruktur yang lengkap, aman, dan nyaman. Pelabuhan laut sudah dilengkapi Marina yang bagus. Tempat hiburan dan rekreasi bertebaran di mana-mana. Hong Kong dan Makau mudah dijangkau, baik dengan angkutan udara maupun laut. Sejak 2009, pemerintah RRT membangun jembatan terpanjang di dunia yang menghubungkan Zhuhai-Makau-Hong Kong sepanjang 50 km dengan biaya US$ 10,6 miliar. Jembatan ini tidak saja melewati laut, tapi juga terowongan bawah tanah dan pulau-pulau hasil reklamasi. Jarak Hong Kong-Makau sepanjang 160 km akan dipotong menjadi 30 km. Pada tahun 2017, jembatan ini sudah bisa digunakan. Pelancong dari daratan Tiongkok dan terutama dari negara-negara lain, memasuki Makau lewat Hong Kong. Para turis bisa memilih menggunakan kapal laut atau helicopter sewaan. Waktu tempu helkcopter Hong Kong-Makau hanya sekitar 15 menit. Tiongkok bisa cepat bersaing dengan Jepang dan negara Barat, antara lain, karena Hong Kong. Tingkat kerapian kota dan kesejahteraan Hong Kong setara Tokyo dan New York. Sebelum 1997, Hong Kong adalah koloni Inggris selama 155 tahun. Sedang Makau adalah koloni Portugis sebelum 1999. Kedua koloni ini menjadi provinsi khusus RRT dengan sistem politik, ekonomi, dan mata uang sendiri. Hanya pertahanan dan diplomasi luar negeri yang berada di bawah RRT. Primus Dorimulu/HA BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu