Investor Pertimbangkan Krisis Irak, Wall Street Terdongkrak

RIMANEWS-Saham-saham di Wall Street mengakhiri perdagangan fluktuatif sedikit lebih tinggi pada Senin (16/6-Selasa pagi WIB), karena para investor mempertimbangkan krisis Irak dan berita merger menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve AS pada Rabu (18/6). Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 5,27 poin (0,03 persen) menjadi ditutup pada 16.781,01. Indikator pasar lebih luas, indeks S&P 500 menguat 1,62 poin (0,08 persen) menjadi berakhir pada 1.937,78, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq naik 10,45 poin (0,24 persen) menjadi 4.321,11. Di Irak, kelompok militan bentrok dengan pasukan keamanan Irak untuk mengendalikan kota strategis di utara, sementara para pejabat AS sedang mempertimbangkan serangan pesawat tak berawak terhadap kelompok militan. Para pejabat mengatakan diplomat AS dan Iran bisa membahas kerja sama tentang Irak di sela-sela pembicaraan nuklir di Wina. Sementara itu, perusahaan-perusahaan di sektor farmasi, telekomunikasi, penyimpanan data dan energi mengumumkan transaksi pada Senin dan selama akhir pekan. David Levy, manajer portofolio di Kenjol Capital Management, mengatakan para investor sedang menunggu kesimpulan pertemuan kebijakan Fed pada Rabu (18/6), di mana para pejabat bisa mendiskusikan kapan harus menaikkan suku bunga acuannya. “Pasar lebih kurang sedang menunggu Fed karena geopolitik dan data makroekonomi muncul ke permukaan pekan ini,” katanya. Pembuat perangkat medis AS Medtronic akan membeli pesaingnya yang berbasis di Irlandia, Covidien, senilai 42,9 miliar dolar AS dalam sebuah kesepakatan yang akan memperluas penawaran produk Medtronic dan memungkinkan untuk membayar pajak lebih rendah dengan memindahkan kantor pusatnya ke Irlandia. Saham Medtronic turun 1,1 persen, sementara Covidien melonjak 20,5 persen. Operator telekomunikasi AS Level 3 Communications berencana untuk membeli bisnis penyedia internet TW Telecom dalam kesepakatan senilai 7,3 miliar dolar AS, kesepakatan yang meningkatkan kepemilikannya di Amerika Utara. Saham Level 3 turun 4,1 persen, sedangkan TW Telecom naik 7,3 persen. Raksasa pipa Williams Companies melonjak 18,7 persen setelah mengumumkan akan membeli sisa kepemilikannya 50 persen di Access Partners Midstream, memberikannya 100 persen dari aset. Williams mengatakan kesepakatan itu akan memberikan kepemilikan utama di aset serpih minyak dan gas besar. Williams juga akan meningkatkan dividennya 32 persen. Access Midstream Partners naik 1,9 persen. Perusahaan penyimpanan data AS SanDisk berencana untuk membeli perusahaan memori flash Fusion-io sebesar 1,6 miliar dolar AS. Saham SanDisk naik 3,6 persen sementara Fusion-io melonjak 22,4 persen. Pengembang perangkat lunak Nuance Communications melonjak 9,7 persen menyusul laporan pihaknya telah mengadakan pembicaraan tentang kemungkinan diakuisisi. Harga obligasi bervariasi. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka waktu 10-tahun tetap stabil di 2,60 persen, tingkat yang sama seperti Jumat, sementara pada obligasi 30-tahun merosot ke 3,40 persen dari 3,41 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.[ach/rm] Baca Juga Penutupan sesi I, IHSG menguat lima poin IHSG Konsisten di Zona Merah IHSG Parkir di 5.254, Rp 632 M Uang Asing Cabut Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : saham , wall street , Bursa , Fed , saham , wall street , Bursa , Fed

Sumber: RimaNews